Sabtu, 14 Januari 2012

10 Langkah Aman menghindari Malpraktik

1. Satu hal yang paling penting adalah bersikap aktif dan kritis dalam mengetahui dan menentukan tindakan serta segala hal yang berhbungan dengan kesehatan Anda. Bila tidak, segeralah ganti dokter yang tidak enggan menjalankan kewajiban memeberikan informasi kepada Anda.
2. Bila bimbang dengan diagnose seorang dokter, jangan ragu mencari pendapat kedua (second opinion) atau bahkan ketiga (third opinion). Persiapkan pula mental Anda menghadapi berita terburuk.
3. Pastikan obat apa saja yang Anda minum sepengetahuan dokter, baik obat-obatan dengan resep atau yang bisa dibeli bebas. Tanyakan pula ke dokter serta petugas apotek, obat apa saja yang diberikan kepada Anda.
4. Sebelum melakukan pengobatan pastikan dokter Anda mengetahui bila Anda mengidap alergi atau rekasi terhadap suatu obat.
5. Bila harus diopname, pilihlah rumah sakit yang sering dan berhasil meangani pasien dngan penyakit seperti yang Anda derita.
6. Jangan ragu menanyakan ke paramedic tentang keamanan dan higienitas alat-alat yang dipakai, misalnya apakah mereka telah mencuci tangan atau mengganti jarum suntik dengan steril.
7. Bila Anda harus melakukan rawat jalan, tanyakan secra detail apa saja yang boleh dan tidak boleh serta perawatan yang harus dilakukan saat di rumah.
8. Bila Anda harus dioperasi, pastikan dokter Anda telah jelas mengetahui penyakit yang Anda derita dan tindakan yang harus dilakukan. Jangan ragu bersikap kritis, menanyakan detail pelaksanaan dan yang akan Anda hadapi.
9. Pastikan operasi dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda, bukan dokter pengganti. Bila memang harus digantikan, pastikan ia tahu tentang kondisi kesehatan Anda secara mendetail.
10. Tanyakan ke keluarga atau relasi lain yang pernah mengalami penyakit serupa yang Anda alami. Cari tahu bagaimana pengobatan yang mereka lakukan dan bandingkan dengan kondisi yang tengah Anda alami.

Simbol Pakaian

Pernahkah Anda mengeluhkan pakaian mahal dan bermerek yang Anda beli justru lebih mudah rusak? Jika jawabannya ya, jangan buru-buru menyalahkan produsen atas kualitas pakaian Anda. Bisa jadi, justru Anda lah yang salah memperlakukan pakaian karena salah membaca berbagai simbol di label baju.

Jadi, jika selama ini Anda kerap mengabaikan label yang tertera di pakaian, mungkin sekarang Anda harus mulai memerhatikannya.

1. Temperatur
Biasanya ada tanda - di sekitar tulisan temperatur, yang dapat memberitahukan bagaimana cara perlakuan yang benar pada pakaian kesayangan. Jika ada tanda - di bawah tulisan temperatur, itu berarti Anda butuh perlakuan khusus pada bahan sintetik pakaian. Jika ada dua tanda - di sana, berarti pakaian itu membutuhkan perlakuan wool-wash yang tidak bisa dicuci di sembarang mesin. Sementara, jika Anda tidak menemukan satu pun tanda -, maka Anda bebas mencuci dengan cara dan kondisi apapun di bawah suhu 40 derajat Celcius.

2. Mencuci dengan tangan
Bila ada logo mencuci dengan tangan, maka pakaian ini hanya boleh dicuci dengan tangan saja. Jangan memaksa mencuci dengan mesin, karena bisa membuat bahan pakaian mudah rusak atau justru benar-benar rusak dalam sekejap.

3. Mengeringkan
Panduan mengeringkan pakaian bisa dilihat dari gambar lingkaran di dalam sebuah kotak. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik di dalam gambar. Sedangkan bila ada dua titik, maka pakaian dapat dikeringkan dengan suhu tinggi. Namun, bila ada tanda silang pada logo, maka pakaian ini tak boleh dikeringkan dengan mesin.

4. Menyeterika
Jika Anda melihat gambar seterika, perhatikan jumlah titik di sekitar simbol itu. Gambar seterika dengan satu titik berarti pakaian harus diseterika dengan suhu rendah. Dua titik, diseterika dengan suhu hangat atau sedang. Dan bila ada tiga titik, maka pakaian bisa licin hanya bila diseterika dengan suhu tinggi saja.

5. Dry cleaning
Dry clean bermanfaat untuk menghilangkan noda membandel seperti tanah liat, cat, atau bahan kimia yang tumpah dan menempel, dengan menggunakan sedikit air, atau tanpa bantuan air sama sekali. Metode membersihkan ini memang cukup ampuh. Namun sayangnya, pakaian seringkali mengkerut atau warnanya pudar. Jadi, perlu dilihat benar apakah pakaian Anda memerlukan perlakuan khusus ini.
Untuk memastikannya, coba cari gambar lingkaran di label pakaian. Anda diijinkan melakukan dry cleaning jika ada simbol lingkaran di label pakaian. Jika yang ditemukan adalah gambar lingkaran dan dicoret dengan tanda silang, berarti Anda tidak diperbolehkan dry cleaning.
Jangan lupa, perhatikan pula logo P/W/F di dalam lingkaran, karena ini berarti drycleaning harus dilakukan oleh profesional.

6. Pemutih
Hampir sama dengan dry cleaning, Anda tidak boleh sembarangan mencuci pakaian dengan pemutih untuk menghilangkan noda membandel. Lihat apa ada logo segitiga di sana. Sebab, logo segitiga berarti Anda boleh menggunakan pemutih untuk mencuci pakaian. Sementara jika logo segitiga itu disilang, artinya jangan mencampur pemutih pada cucian agar tidak merusak pakaian.

Nah, tunggu apalagi? Jangan lupa cek label pakaian Anda sebelum mencuci atau menyetrika ya..

Perilaku Anak merupakan Cerminan Orang Tua

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu."Kamu sedang membuat apa,Nak?".

Anaknya menjawab, " Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.

Saudara-Saudariku yang baik, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.

Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh seorang bijak sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya. Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita....

Menuju Keluarga Sakinah

Anjuran Untuk Menikah : Nikah Adalah Sunnah Para Rasul, Persetubuhan Dari Kalian Adalah Shadaqah

Seperti yang telah diketahui bahwa agama kita banyak memberikan anjuran untuk menikah.

Allah menyebutkannya dalam banyak ayat di Kitab-Nya dan menganjurkan kepada kita untuk melaksanakannya. Di antaranya, firman Allah Ta’ala dalam surat Ali ‘Imran tentang ucapan Zakariya Alaihissalam

“Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a.” [Ali ‘Imran: 38]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

"Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabb-nya: ‘Ya Rabb-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau-lah Waris Yang Paling Baik.’” [Al-Anbiyaa’: 89]

Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum-mu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan ke-turunan…” [Ar-Ra’d: 38]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya...” [An-Nuur: 32]

Dan hadits-hadits mengenai hal itu sangatlah banyak.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa." [1]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

"Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya ia masuk Surga: Apa yang terdapat di antara kedua tulang dagunya (mulutnya) dan apa yang berada di antara kedua kakinya (kemaluannya)." [2]

Jadi, masuk ke dalam Surga itu -wahai saudaraku- karena engkau memelihara dirimu dari keburukan apa yang ada di antara kedua kakimu, dan ini dengan cara menikah atau berpuasa.

Saudaraku yang budiman! Pernikahan adalah sarana terbesar untuk memelihara manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan Allah, seperti zina, liwath (homoseksual) dan selainnya. Penjelasan mengenai hal ini akan disampaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita -dengan sabdanya- untuk menikah dan mencari keturunan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu.

"Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat lain pada hari Kiamat, dan janganlah kalian seperti para pendeta Nasrani." [3]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita dalam banyak hadits agar menikah dan melahirkan anak. Beliau menganjurkan kita mengenai hal itu dan melarang kita hidup membujang, karena perbuatan ini menyelisihi Sunnahnya.

Saya kemukakan kepadamu, saudaraku yang budiman, sejumlah hadits yang menunjukkan hal itu.

1. Nikah Adalah Sunnah Para Rasul

Nikah adalah salah satu Sunnah para Rasul, lantas apakah engkau akan menjauhinya, wahai saudaraku yang budiman?

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Ada empat perkara yang termasuk Sunnah para Rasul: rasa malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah." [4]

2. Siapa Yang Mampu Di Antara Kalian Untuk Menikah, Maka Menikahlah

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita demikian, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu. Ia menuturkan: "Kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemuda yang tidak mempunyai sesuatu, lalu beliau bersabda kepada kami:

"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'" [5]

3. Orang Yang Menikah Dengan Niat Menjaga Kesucian Dirinya, Maka Allah Pasti Menolongnya

Saudaraku yang budiman, jika engkau ingin menikah, maka ketahuilah bahwa Allah akan menolongmu atas perkara itu.

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

"Ada tiga golongan yang pasti akan ditolong oleh Allah; seorang budak yang ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, orang yang menikah karena ingin memelihara kesucian, dan pejuang di jalan Allah." [6]

4. Menikahi Wanita Yang Berbelas Kasih Dan Subur (Banyak Anak) Adalah Kebanggaan Bagimu Pada Hari Kiamat

Saudaraku yang budiman, jika kamu hendak menikah, carilah dari keluarga yang wanita-wanitanya dikenal subur (banyak anak) dan berbelas kasih kepada suaminya, karena Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam membanggakanmu mengenai hal itu pada hari Kiamat.

Berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan: “Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan: ‘Aku mendapatkan seorang wanita (dalam satu riwayat lain (disebutkan), ‘memiliki kedudukan dan kecantikan’), tetapi ia tidak dapat melahirkan anak (mandul); apakah aku boleh menikahinya?’ Beliau menjawab: ‘Tidak.’ Kemudian dia datang kepada beliau untuk kedua kalinya, tapi beliau melarangnya. Kemudian dia datang kepada beliau untuk ketiga kalinya, maka beliau bersabda: ‘Nikahilah wanita yang berbelas kasih lagi banyak anak, karena aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat yang lain.’” [7]

5. Persetubuhan Salah Seorang Dari Kalian Adalah Shadaqah

Saudaraku semuslim, aktivitas seksualmu dengan isterimu guna mendapatkan keturunan, atau untuk memelihara dirimu atau dirinya, maka engkau mendapatkan pahala; berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, bahwa sejumlah Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah mendapatkan banyak pahala. Mereka melaksanakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka dapat bershadaqah dengan kelebihan harta mereka."

Beliau bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa yang dapat kalian shadaqahkan. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada yang ma'ruf adalah shadaqah, mencegah dari yang munkar adalah shadaqah, dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah."

Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami yang melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?"

Beliau bersabda: "Bagaimana pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya kepada hal yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya kepada hal yang halal, maka dia mendapatkan pahala." [8]

6. Menikah Dapat Mengembalikan Semangat "Kepemudaan"

Nikah dapat mengembalikan kekuatan dan kepemudaan badan. Karena ketika jiwa merasa tenteram, tubuh menjadi giat.

Inilah seorang Sahabat yang menjelaskan hal itu kepada kita, sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari ‘Alqamah Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan: “Aku bersama ‘Abdullah (bin Mas’ud), lalu ‘Utsman bertemu dengannya di Mina, maka ia mengatakan: ‘Wahai Abu ‘Abdirrahman, sesungguhnya aku mempunyai hajat kepadamu.’ Kemudian keduanya bercakap-cakap (jauh dari ‘Alqamah). ‘Utsman bertanya kepadanya: ‘Wahai Abu ‘Abdirrahman, maukah aku nikahkan engkau dengan seorang gadis yang akan mengingatkanmu pada apa yang dahulu pernah engkau alami?’ Ketika ‘Abdullah merasa dirinya tidak membutuhkannya, maka dia mengisyaratkan kepadaku seraya mengatakan: ‘Wahai ‘Alqamah!’ Ketika aku menolaknya, dia mengatakan: ‘Jika memang engkau mengatakan demikian, maka sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada kami: ‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk menikah, maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah; karena puasa dapat mengendalikan syahwatnya.’” [9]

7. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Menganjurkan Suami Isteri Agar Melakukan Aktivitas Seksual Guna Memperolah Keturunan, Dan Menikah Dengan Gadis

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyalllahu ‘anhu, ia mengatakan: "Nabi Sulaiman bin Dawud berkata: 'Aku benar-benar akan menggilir 70 isteri pada malam ini, yang masing-masing isteri akan melahirkan seorang mujahid yang berjihad di jalan Allah.' Seorang sahabatnya berkata kepadanya: 'Insya Allah.' Tetapi Nabi Sulaiman tidak mengucapkannya, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang hamil kecuali satu orang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Seandainya dia mengucapkan insya Allah, niscaya mereka menjadi para mujahid di jalan Allah.'" [10]

Dalam riwayat Muslim (disebutkan): "Aku bersumpah kepada Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! 'Seandainya dia mengucapkan ‘insya Allah’, niscaya mereka berjihad di jalan Allah sebagai prajurit semuanya.'" [11]

Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah , ia mengatakan: "Aku bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu peperangan, ternyata untaku berjalan lambat dan kelelahan. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepadaku lalu menegur: 'Jabir!' Aku menjawab: 'Ya.' Beliau bertanya: 'Ada apa denganmu?' Aku menjawab: 'Untaku berjalan lambat dan kelelahan sehingga aku tertinggal.' Lalu beliau turun untuk mengikatnya dengan tali, kemudian bersabda: 'Naiklah!' Aku pun naik. Sungguh aku ingin menahannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bertanya: 'Apakah engkau sudah menikah?'

Aku menjawab: 'Sudah.' Beliau bertanya: 'Gadis atau janda?' Aku menjawab: 'Janda.' Beliau bersabda: 'Mengapa tidak menikahi gadis saja sehingga engkau dapat bermain-main dengannya dan ia pun bermain-main dengan-mu?'

Aku menjawab: 'Sesungguhnya aku mempunyai saudara-saudara perempuan, maka aku ingin menikahi seorang wanita yang bisa mengumpulkan mereka, menyisir mereka, dan membimbing mereka.' Beliau bersabda: 'Engkau akan datang; jika engkau datang, maka demikian, demikian.' [12]

Beliau bertanya: 'Apakah engkau akan menjual untamu?' Aku menjawab: 'Ya.' Lalu beliau membelinya dariku dengan satu uqiyah (ons perak). Kemudian Rasulullah sampai sebelumku, sedangkan aku sampai pada pagi hari. Ketika kami datang ke masjid, aku menjumpai beliau di depan pintu masjid. Beliau bertanya: 'Apakah sekarang engkau telah tiba?'

Aku menjawab: 'Ya.' Beliau bersabda: 'Tinggalkan untamu lalu masuklah ke masjid, kemudian kerjakan shalat dua rakaat.' Kemudian aku masuk, lalu melaksanakan shalat. Setelah itu beliau memerintahkan Bilal agar membawakan satu uqiyah kepada beliau, lalu Bilal menimbangnya dengan mantap dalam timbangan. Ketika aku pergi, beliau mengatakan: 'Panggillah Jabir kepadaku.' Aku mengatakan: 'Sekarang unta dikembalikan kepadaku, padahal tidak ada sesuatu pun yang lebih aku benci daripada unta ini.' Beliau bersabda: 'Ambillah untamu, dan harganya untukmu.'" [13]

Ibnu Majah meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda

"Nikahlah dengan gadis perawan; sebab mereka itu lebih manis bibirnya, lebih subur rahimnya, dan lebih ridha dengan yang sedikit." [14]

8. Anak Dapat Memasukkan Bapak Dan Ibunya Ke Dalam Surga

Bagaimana anak memasukkan ayah dan ibunya ke dalam Surga? Mari kita dengarkan jawabannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi. Imam Ahmad meriwayatkan dari sebagian Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :

"Di perintahkan kepada anak-anak di Surga: 'Masuklah ke dalam Surga.' Mereka menjawab: 'Wahai Rabb-ku, (kami tidak masuk) hingga bapak dan ibu kami masuk (terlebih dahulu).' Ketika mereka (bapak dan ibu) datang, maka Allah Azza wa Jalla berfirman kepada mereka: 'Aku tidak melihat mereka terhalang. Masuklah kalian ke dalam Surga.' Mereka mengatakan: 'Wahai Rabb-ku, bapak dan ibu kami?' Allah berfirman: 'Masuklah ke dalam Surga bersama orang tua kalian.'" [15]

Sebagian manusia memutuskan untuk beribadah dan menjadi "pendeta" serta tidak menikah, dengan alasan bahwa semua ini adalah taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Kita sebutkan kepada mereka dua hadits berikut ini, agar mereka mengetahui ajaran-ajaran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan keharusan mengikuti Sunnahnya pada apa yang disabdakannya. Inilah point yang kesembilan:

9. Tidak Menikah Karena Memanfaatkan Seluruh Waktunya Untuk Beribadah Adalah Menyelisihi Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Wahai saudaraku yang budiman. Engkau memutuskan untuk tidak menikah agar dapat mempergunakan seluruh waktumu untuk beribadah adalah menyelisihi Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, agama kita bukan agama "kependetaan" dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merekomendasi-kan hal itu kepada kita.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Anas bin Malik, ia menuturkan: Ada tiga orang yang datang ke rumah isteri-isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika mereka diberi kabar, mereka seakan-akan merasa tidak berarti. Mereka mengatakan: "Apa artinya kita dibandingkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan terkemudian?" Salah seorang dari mereka berkata: "Aku akan shalat malam selamanya." Orang kedua mengatakan: "Aku akan berpuasa sepanjang masa dan tidak akan pernah berbuka." Orang ketiga mengatakan: "Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya." Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang lalu bertanya: "Apakah kalian yang mengatakan demikian dan demikian? Demi Allah, sesungguhnya aku lebih takut kepada Allah dan lebih bertakwa daripada kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, serta menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.'" [16]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetujui Salman Radhiyallahu ‘anhu atas apa yang dikatakannya kepada saudaranya, Abud Darda' Radhiyallahu ‘anhuma yang telah beristeri, agar tidak menghabiskan waktunya untuk beribadah dan menjauhi isterinya, yaitu Ummud Darda’ Radhiyallahu ‘anha. Dia menceritakan kepada kita peristiwa yang telah terjadi.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Wahb bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Salman dan Abud Darda'. Ketika Salman mengunjungi Abud Darda', dia melihat Ummud Darda' mubtadzilah (memakai baju apa adanya dan tidak memakai pakaian yang bagus). [17] Dia bertanya: "Bagaimana keadaanmu?"

Ia menjawab: "Saudaramu, Abud Darda', tidak membutuhkan dunia ini, (yakni wanita. Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah terdapat tambahan: ‘Ia berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari’).”

Kemudian Abud Darda' datang lalu Salman dibuatkan makanan. "Makanlah, karena aku sedang berpuasa," kata Abud Darda'. Ia menjawab: "Aku tidak akan makan hingga engkau makan." Abud Darda' pun makan. Ketika malam datang, Abud Darda' pergi untuk mengerjakan shalat.

Salman berkata kepadanya: "Tidurlah!" Ia pun tidur. Kemudian ia pergi untuk shalat, maka Salman berkata kepadanya: "Tidurlah!" Ketika pada akhir malam, Salman berkata: "Bangunlah sekarang." Lantas keduanya melakukan shalat bersama.

Kemudian Salman berkata kepadanya: "Rabb-mu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu mempunyai hak atasmu. Oleh karenanya, berikanlah haknya kepada masing-masing pemiliknya."

Kemudian Abud Darda' datang kepada Nabi untuk menceritakan hal itu kepada beliau, maka beliau menjawab: "Salman benar." [18]

Al-Bukhari meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Wahai ‘Abdullah, aku diberi kabar, bukankah engkau selalu berpuasa di siang hari dan shalat pada malam hari?" Aku menjawab: "Benar, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Jangan engkau lakukan! Berpuasa dan berbukalah, bangun dan tidurlah. Sebab jasadmu mempunyai hak atasmu, matamu mempunyai hak atasmu, dan isterimu mempunyai hak atasmu.'" [19]

HR. Muslim (no. 1006). Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Persetubuhan salah seorang dari kalian adalah shadaqah,’ dimutlakkan atas jima. Ini sebagai dalil bahwa perkara-perkara mubah akan menjadi ketaatan dengan niat yang benar. Jima’ menjadi ibadah jika diniatkan untuk memenuhi hak isteri dan mempergaulinya dengan baik sebagaimana Allah memerintahkan kepadanya, atau diniatkan untuk mendapatkan anak yang shalih, atau memelihara dirinya.” Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika manusia mati, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara: Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang senantiasa mendo’akan-nya.” (HR. Muslim).

HR. Al-Bukhari (no. 5065) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1400) kitab an-Nikaah, Abu Dawud (no. 2045) kitab an-Nikaah. Pensyarah kitab ‘Aunul Ma’buud Syarh Sunan Abi Dawud (VI/28-29) berkata: "Wahai Abu ‘Abdirrahman -kunyah Ibnu Mas’ud-, akan kembali kepadamu apa yang pernah engkau alami, akan kembali kepadamu apa yang telah berlalu dari semangatmu dan kekuatan muda-mu. Sebab, itu dapat membangkitkan kekuatan badan."

Makna Ha na ca ra ka (Aksara Jawa)

Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).• Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.• Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.Makna Huruf HANACARAKA
  1. Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
  2. Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
  3. Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
  4. Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
  5. Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
  6. Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
  7. Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
  8. Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
  9. Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
  10. La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
  11. Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
  12. Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
  13. Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
  14. Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi
  15. Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
  16. Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
  17. Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
  18. Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
  19. Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
  20. Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia

Dalam kisah AJISAKA

ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia
da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi
pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh
ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersamaAksara Jawa ha-na-ca-ra- ka mewakili spiritualitas orang Jawa yang terdalam: yaitu kerinduannya akan harmoni dan ketakutannya akan segala sesuatu yang dapat memecah-belah harmoni. Konon aksara Jawa ini diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kedua abdinya yang setia.Dikisahkan Ajisaka hendak pergi mengembara, dan ia berpesan pada seorang abdinya yang setia agar menjaga keris pusakanya dan mewanti-wanti: janganlah memberikan keris itu pada orang lain, kecuali dirinya sendiri: Ajisaka. Setelah sekian lama mengembara, di negeri perantauan, Ajisaka teringat akan pusaka yang ia tinggalkan di tanah kelahirannya. Maka ia pun mengutus seorang abdinya yang lain, yang juga setia, agar dia pulang dan mengambil keris pusaka itu di tanah leluhur. Kepada abdi yang setia ini dia mewanti-wanti: jangan sekali-kali kembali ke hadapannya kecuali membawa keris pusakanya. Ironisnya, kedua abdi yang sama-sama setia dan militan itu, akhirnya harus berkelahi dan tewas bersama: hanya karena tidak ada dialog di antara mereka. Bukankah sebenarnya keduanya mengemban misi yang sama: yaitu memegang teguh amanat junjungannya? Dan lebih ironis lagi, kisah tragis tentang dua abdi yang setia ini selalu berulang dari jaman ke jaman, bahkan dari generasi ke generasi.

UNEN UNEN JAWA
*pamulange sangsarane sesami = pelajarannya sengsaranya sesama
*sakti tanpa aji = berhasil tanpa sarana
*sugih tanpa banda = bisa menginginkan apa saja tanpa persiapan
*ngluruk tanpa bala = menyusup tanpa teman, tetapi selalu mendapatkan hasil
*ngasorake tanpa peperangan = menang tanpa menggunakan kekerasan/perang (objek)apa kang sinedya teka,apa kang kacipta dadi = apa yang diinginkan/diamaui akan terjadi/ tercipta.
*Digdaya tanpa aji = sakti tanpa ajian
*Trimah mawi pasrah = menerima dengan menyerah
*Suwung pamrih tebih adjrih = sepi hasrat jauh dari takut
*Langgeng tan ana susah tana ana bungah= tenang tetap hidup nama
*murid gurune pribadi = murid gurunya pribadi

KAJIAN SYAHADAT TAUHID/KEESAAN
1. NIAT SYAHADAT
2. RUKUN SYAHADAT
3. BINASANYA SYAHADAT/ BATHAL
4. PENYAKSIAN SYAHADAT.

1 NIAT SYAHADAT

FA’LAM ANNAHU LAAILAHA ILLALLAHWAL AWALU WAL AKHIRU WAL ZAHIRO WAL BATHINOASHADUALLAILAHAILLAHU WA ASYHAHADU ANNAMUHAMMADARRASULLAH.
MULAI AWALKEHIDUPAN DANAKHIR KEMATIANDARI ZAHIR MAUPUN BATHIN TETAP TIDAK BERUBAHIKTIKAT HAQQUL YAAKIN AINULYAKIN KAMALULYAKIN.
TETAP DUAKALIMAH SYAHADAD.
AGAR ALLAH SENANTIASA MEMELIHARA KEYAKINAN KITA TIDAK BATHAL ATAU BINASA.SYAHADAT KITA

DOA;RABBANA MAAKHALAQ TAHAZA BATHILA PA SUBHAKAPA KINAA AZBANNAR.PAHALNYA SETUNG HITUNG BINTANG DILANGIT DENGANNIAT MEMELIHARA HAQ MEMELIHARA SYAHADAT.

2.R U K U N SYAHADAT TAUHID
.MENG ESAKAN AKAN ZAT ALLAH KAJIAN=TAUHIDUS ZAT . Ilmunya=,MA’ RIFATULLAH.
DALIL= LA ZATUN BI HQQI ILALLAH= tiada ada yang punya zat yang haq selain Allah . KESIMPULAN =Kenal ALLAH.Juga HAMBA Zikirnya Zikir =syir rahasianya= ismu ZAT Nama aslinya: zat Allah. Tersembunyi.Pujinya: mutlak:puji qadim Bagi qadim, Atau. puji Allah bagi Allah Namanya: Kalam qadim. Kajiannya -Ma’rifat,Mengenal Allah :pengenalan Akan Lenyap Dalam Takbiratul Ihram.Takbir, Akan lenyap di dalam husu ses at, husu Akan lenyap Kepada Mabrur, Mabrur, Akan Lenyap Kepada Zat Wajibal wujud Laisa Kamislihi Syai un.

.MENG ESAKAN AKAN SIFAT2 ALLAH.KAJIAN = TAUHIDU SIFAT . Ilmunya= HAQIKAT >>>>>>>>>>>>DALIL= LA SIFATUN BI HAQQI ILALLAH=tiada ada yang punya sipat haq kecuali Allah amalan. Sipat 20. wujud s/d Mutaqallimun hanya milik Allah. Zikirnya;zikir; nyawa rahasianya : ismul azam = Nama perhimpunan: Zahr. Pujinya .Puji Allah Bagi Qadim.Kajianya Mennyempurakan rukun 13 rukun shalat. Rukun 13 Akan Lenyap kepada Syahadat Syahadat Akan Lenyap kepada sifat 20 sifat 20 akan lenyap kepada .Ma'ripat.

. MENG ESAKAN AKAN ASMA ALLAH. KAJIAN=TAUHIDUL ASMA = Ilmunya= TARIQATLA ASMAUN BIHAQQI ILLALLAH= Tiada yang Bernama Hanya allah Amaliahnyasma allah 99 contoh, sabur, sakur . rajak dll haya milik allah. Zikirnya:zikir= hati. Pujinya: puji Muhaddas Bagi Qadim Atau Puji Muhaddas Kepada Qadim. Setelah sempurna Menjaga Kesucian. Wudhu. Wudhu akan lenyap Kepada. Shalat . Shalat Akan Lenyap Kepada Syahadad.

. MENG ESAKAN AP’ALNYA =Ilmunya= Syariat DALIL= LA AF’ ALUN BI HQQI ILLALLAH=tiada yang punya ap‘al-/ Melainkan Allah. Ket. Wala tataharraka illa bi iznillah ,zikirtnya:zikir=lisanPujinya :puji Muhaddas Bagi muhaddas Atau puji hamba. Allah. Kesuciannya. Mandi junub.akan lenyap Kepada.istinja. istinja akan lenyap kepada Wudhu. Jai Saling keterkaitan sama Saling menyempurnaakan.=yangber nama allah itu; Ada zat ,ada sipat ,ada Asma, Ada Ap’al ada Rahasia danAda Rasa.Itulah yang bernama allah I sedangkan Allah Itu Hnya Nama Pangkat PujipujianYang bisa di seru Orang di seluruh AlamDenganPengelan Mahluk allah dahulu , akan utomatis bisa Mengenal Allah . Namanya :Jalan Pemulangan asal Usul. Tapakkaru pi Halki llah: tapakurlah tentang Maluk allah.Wala Tapakkaru pi Zati llah: dan jangan kau pikirkan dulu Zat Allah.Karena nyatanya Kudrat Irad Allah Ta’ ala itu Sabnyat nyata Pada Mahluk,/Hambanya. Ini Didapatnya di Pengalaman rohani.5.Tauhidus zauk= Mengesakan akan Rasa:La zaukun illallah:tiada yg Merasa hanya allah. Walam yazauk walam yardi walam yarpaillah. Barangsipa Siapa mengenal pasti merasa. 6.Tauhidus syir =Meng esakan akan Rahasia Allah, Rahasianya =Ismu ZAT.Ket.Hadirnya rasa.di dalam rasa,dan Hadirnya suhud di dalam rasa. Martabat iniBisa didapat, pada Waktu slalat , Musahadah .Murakabah ,Tapakur,didalam halwat, atau suluk , saat membaca alqur’an dan padawaktu membaca Shalawat Nabi.namanya: zatbah Rasulullah. Akan Naik ke zatbah Ilahiyah/rububiyah. Disebut makom pana naik,panapillah naik kemakom baqa dan baqa billah..apabila sampaike Martabat ini. Dinamai makom= Iza arada syaian ayyakulalahu kun payakun.atau Wama yasahum indarobbim.!! Makom ini kecuali ada ijin Allah, illab iznillah. Kalau masi h ada saja beras. Dan ada uaang dikantung.jangan jangan coba2 Takut Akan istidrat lanjuran allah.jadi !! Rabbakumul a’la .akan menyeruapi Fir’aun. Tetaplah pada pondasi asal Walan a’ maluna Walakum a’ malum. Karena kita semua, Lahaula walakuata illa billah hil alihil aziim.walalhua’lam.
3. BINASANYA SYAHADAT / BATHALNYA SYAHADAD
1. Menyangkal di ciptakan Allah/putus asa
2. menyekutukan Allah
3. Murtad /pindah agama kemudian kembalilagi.
4. Meng ulang ulangi berbuat dosa besar+ besar/ durhaka kpd ibu bapak.

4. PENYAKSIAN SYAHADAD
DALIL ALAS TUBI RABBIKUM QALU BALA ANNAHU LA ILA HAILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH. KETERANG; ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH = PENYARAHAN JASAT MUHDDAS ATAU ZAHIR HANYA MILIK ALLAH, SAKSINYA NYAWA#WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH= Penyerahan Nyawa SYAKSINYA= TUBUH, NYAWA, ALLAH TA ALA. Sayhdan. HU= PENGAKUAN ALLAH TAALA = BAHWA TUBUH DAN NYAWA MU HAQ KU . QUL SUBHANA RABBY.
Untuk menyelusuri ke martabat yang lebih baik Ihtisal ,ilmu wal amaliah itu ihtisal kepada Rasulullah. Murid sanat dari gurunya Guru sanat dari gurunya sampai kepada sahabat sampai kepada rasulullah sampai kepada Allah swt Tanyakanlah kpd guru yang murabbi mursid.Wallahualam. Lahaulawalakuata illa billahil ali hil azim.
YANG HARUS RUTIN HARI HARI.KESUCIAN KUNCI UTAMA
1. MANDI JUBUB ZAHIR BATIN sesuai cara dan niat
2. ISTNJAZAHIR BATHIN sesuai cara,dan niat
3. WUDHU ZAHIR BAHTIN sesuai cara dan niat
4. SYAHADAT ZAHIR BATHIN sesuai dgn 4 tauhid ke esaan.+ rasa & syirYang bikin Gara2
4 kesempurnaan di atas lenyap di istinja lenyap di,wudhu ,lenyap di rukun 13 lenyap di sifat 20 lenyap disyahadat lenyap di Ma rifat lenyap di tahbiratul ihram lenyap di . Mabrur Lenyap di.KET= Kalau 1 s/d 4 sempurna=Hlilang lenyap di dlm kubur kembalikepada Allah
• Mandi junub tdk sempuna putih kuning di dlm kubur utuh.
• Istinja tidak sempurna lamak mungkal di dalam kubur Utuh
• Wudhu tidak sempurna kurus kering di dalam kuburUtuh.
• Syahadat tidak sempurna Hancur lebur bercerai berai di dalam kubur.BUKAN Mayit TetapiBangkai.
INI Tadi cuma salah 1 Tdk sempurna.

Di lanjutkanDengan pengenalan jalan pemulangan kaluberkenan

MENGENAL DIRI SEKALIGUS MENGENAL ALLAH
Dalil.Awaluddin Ma’rifatullah= awal ber Agama Mengenal akan Allah.
Berlakunya sembah Kepada Allah Atas Kenal , kalau tidak kenal Cuma nyebut. Man Arafa Nafsahu fakat Arafa Rabbahu=Barang siapa Mengenaldiri Akan kenal pada Tuhannya.
Dalil : Innalillah= sesungguhnya kita berasal dari Allah Wa ilaihi rojiun=Akan kembali kepada Allah Pembuktian Sesungguhnya kita Berasal Dari Allah.Kata Allah Aku adalah Perbendaharan Yang Ter sembunyi. Aku ingin Terkenal dan dikenal Maka kuciptakan segala alam dan isinya.Kata Allah Aku ingin Melihat diri Di luar diri ku.Sebenarnya sebelun ada langit dan bumi , sebelum ada surga dan NerakaDan juga sebelum Ada Mahluk. Dan allah pun belum di kenal sudah adalahkita.Sekarang ? adanya kita dimana? Adanya kita semua Yaitu didalam Per bendaharan Allah didalam kunhi zat Allah.Sedangkan Allah Masih seorang diri. Apakah roh kita apakah Sama Usia Allah dengan Roh kita .sama2 tiada Awal tiada akhir. Kata Allah Wahai segala Perbendaharaan roh Manusia aku ingin Mencipta Alam perhatikan dan sebut KUN secara ber sama2.
KUN = bersama2 jadi 7 lapais bumi dan isinya tumbuhan dan Binatang didarat dan dilaut.
KUN jadi 7 lapis langit Dan pelanet ,tatasurya.dan Gugusan bintang
KUN jadi Surga .
KUN jadi Neraka.
KUN jadi Malaikat,
KUN lagi Jadi Jin,
KUN lagi Jadi.Iblis.
Sudah 7 x KUN. Kesemuanya ter sebut Kata Allah Adalah Berdiri Sendiri dengan Nyawa Masing2 Kesumuanya aku yang mengendalikannya. Yang sudah diberi tugas sesuai Perjanjian . Sekarang Kata Allah Akuingin Melihat Diriku diluar diriku aku Mau mencitakanAdam.

Dalil: Wahalaqta adama Kasuratihi=Kuciptakan Adam Seperti rupaku Kata Allah Atau Seperti Bentukku atau Seperti aku kata Allah.
Allah Taala Memerintah kan Jibril Untuk Mengambil. Tanah ,angin ,api,dan AirDi Pertengahan dunia. Di negeri Mekkah. Dimana Nanti di bangun ka’ bah Baitullah Oleh Nabi Ibrahin.Proses Penciptaan Adam. Kata Allah Akan kuBuat Adam Seperti Ujud ku Kata Allah Baik bilang Malaikat. Setelah Adam Di Bentuk Persis Allah Ta ala Maka Allah Ta ala Meniupkan Roh Kepada Adam Lalu adam Bersin , apa gerangan Yang Terjadi. Adam Cuma bisa Bernapas saja . Nama Nafasnya idaf . wahai jibril Aku Sudah Bisa Melihat diriku diluar diriku, Allah Taala sangat senang.Walaupun sudah .hidup .Namun adam Masih Belum Bisa ber jalan dan Bergerak ,berkata, balum bisa Mendengar dan Merasa. Masih kaku adam.Hai jibril Bagai mana ini ? adam tidak bias apa2. Sekarang Kata Allah KUN Sempurnalah adam. Setelah diKun adamTetap Saja Belum sempurna..Kata Allah Whai jibril >Kamu diam2 Saja AKU AKAN BER TAJALI di ujud Adam Biar Adam Sempurna.Biar Aku Gaib diri Adam Dan Aku ingin Di kenal dan Terkenal. Aku akan Menjadi Rahasia Diri Manusia . dan aku Akan Meneteskan Per bandaharan zatKU melewati Sulbi Adam.Setelah Adam Sudah sempurna Adam Tinggaldi dalam surga. SeOrangdiri.Bagaimana Biar Adam Tidak Kesepian disurga status Adam Belum Tau entah Laki Entah bini jadi adam yatim tidak punya bapa tidak punya ibu .jadi adam itu binnya siapa?Sulbi Adam Belum Memanjang.Adam Maliku jasat: adam raja sekalian jasat.Muhammad Malikul Arwah: Muhammad Raja sekalian rohAllah Malikul zat :Allah raja sekalian zat.Sekarang adam ditidurkan Oleh Allah . adam tidur pulas . dengan ,kuasa Allah di cabutlah Tulang rusuk Adam di sebelah kiri. Dijadikanlah SITI HAWA Nur sia permula asal.Sekarang adam tidak kesunyian lagi disurga , dan Adam dimuliakan Para Malaikat dan kalangan jin Kenapa ? Sebab Hanya Bangsa malaikat Yang Melihat allah Ta’ala ber tajali Penuh Kediri adam . Karena ADAM dimuliakan Betul oleh Malikat. lalu iblis iri Dengki ,sama Adam Dan Hawa , Lalu iblis menipu daya adam. Apa seba nya iblis Mau menipu daya adam Sebenarnya caranya Allah Taala Aja ingin dikenal dan terkenal biar cepat turun kebumi adapun iblis diciptakan dari Api. Dia disipati Allah Al Mutakabbirin.+takbur..
Sebenarnya adam Mau dikirim Kebumi sebagai Halifah dimuka bumi. Wakil Allah dimuka Bumi. Jadi Alwakil dengan albathin :adalah satu.
Dalil+ zahirro Rabbi fi Bathini Abdi.= zahir Allah pada bathin hambanya. Lalu Adam di beri : Nama2 segala sesuatu
dalil+wa adamul Asma Akullaha. Wa adamu sifat akullaha, adamu wujut akullaha. Wadamu syir akullaha. Adamu zauk akullaha.
Jadi adam di beri segala nama segala sifat segala rahasia, segala rasa.Wal Hasil Iblis Menggoda, Mau me makan akan buah huldi , lalu terbukalahNapsu birahi. Sulbi adam Memanjang .sulbi sitiHawa tabuka . lalu tidakPantas lagi tingggal disurga.
Lalu dengan izin Allah, adam turun Kedunia bersama sama2 ada tiga Unsur Didiri Adam. TUBUH. NYAWA. ALLAH TA ALA. YANG TIDAK bisa dipisah kan adam dan hawa di bekali Rasa surga Jannatun Naim biar dia Ingat pulang kesurga. Yaitu Rasanya Pada Waktu Adam Kumpul sama hawa di dunia. Waktu kita kumbul isteri disini .Kalilam mayaskurun .atas nikmat surga jannatun naim.Sekarang diri kita ada di perbendaharaan adam Yaitu gaib Di sulbi adam sulbi nuh ,terus sulbi Ibrahim sampailah ke sulbi Abdullah. Dikandung rahim sitiAminah. Lahirlah Rasulullah SAW. Di kota mekah.Jadi kita gaib dari sulbi kesulbi 25 nabi Menyebar SampaiKesulbi Orang tua kita. Lahirlah kita .sama unsurnya ilal Asli .
3Unsur jasat, roh, dan Allah ta’ala.Satu Batang Tubuh. Ket. Mencari Allah diluar diri Syirik Mencari Allah Didalam Diri Jindik. Misal Kapas Brlindung Di benang Benang Berlindung di kain. Seakan2 Kapas dan Benang tidah nampak. YangNampak Adalah Kain.Atau gaib Allah Yang nya ta Hamba. Sebab Terdinding kita Kepada Allah, Selain Ujud Allah. Masih ada Rasa ujud kita. Selain sipat Allah Masih ada Rasa sipat kita.
Misal Ujud Artinya Ada Mustahil tiada Berarti nyata ADA. Lawannya Adam.Tiada.Berarti Adam Cuma Hanya Nama saja yang ada Allah Taala saja. Sekrang AllahTa ala tidak Bisa menyamar lagi. Sandiwara Allah taala sudah Ketahuan Berani lah ngomong Begitu . Allah Taala Sangat senang sekali Kalau kita mengenali Dia. Daripada kita tdk Kenal terdinding Merupakan Najis Hidapan Allah.Unsur Manusia : ada tubuh. Ada roh/nyawa/ ada Allah Ta’ala
Rasulullah Berkata: Tiada ada kulihat Pada Hamba itu :Melainkan Allah Taala Zahir dan Bathinnya.
Abu Bakar berkata: tidak kuliahat sesuatu Pada hamba: malainkan allah taala dahulunya.
Umar Berkata :tidak kulihat sesuatu Pada Hamba: Melainkan Allah Taala sertanya.
Usman Berkata :Tadak kulihat sesuatu Pada Hamba :Melainkan allah Taala Dalamnya.
Syaidina ali berkata:tidak kulihat sesuatu Pada hambanya Melain kan Allah Kemudiannya.Sesungguh nya kita berasal dari Allah. Apa bila Berasal dari allah Pasti adalah Allah. Allah Taala alzahir : yang disipatinya Lahaula walaku wata illa billah il ali helazim. Apabila tidak bisa menyatakan yang zahir . apalagi menyatakan yang Batin. Sebenar nya Allah Taala Cuma pinjam Nama saja yaitu: nama > ahmad . nama: Nor Muhammad,Nama Adam. Dan Nama2 kita semua.
Sebenarnya Manusia itu tinggal cerita saja.
Sipat. Ujud Artinya Ada Mustahil tiada Ber arti nyata ada. Lawannya mustahil Adam: artinya Tiada. Jadi siapa yang ada?Contuh Laisa: rupa ,suara, kelakuan, dan sidik jari . ada yang samada seluruh alam dunia ataupun di akhirat . Itulah yang di sebut Mnusia.Missal: ada tubuh ada roh saja: coma bisa bernapas saja .suara .pendengaran, kata2 tdk bisa. Kalau ada tubuh ada roh ada allah. Maka sempurnalah semuanya sebagai manusia. Pi Ahsani Takwin.Itulah Yang di Namai Umat muhaammad Hammba AllahKebanyakan Orang yang terdinding dengan allah karena sangat dekatnya.ahirnya tidak kenal. Dikiranya allah Ta’ala ada di atas langit Habarnya Waktu mi’rat Nabi bertemu dengan Allah Di sidratul Muntaha. Dianggapnya Allah Taala batinggal di ataslangit. Sebenarnya dimana hambanya berada disitulah allah. Kebanyakan orang Memaham Allah satu Bersama sama menyembahnya bukan begitu kalau begitu missal ada seribu orang yang kenal :akan bias di perkenalkan. Allah itu sangat bisa dikeanal Tetapi tidak bisa di perkenalkan sepada siapa pun Karena sipatnya Laisa tidak sama satu sama lainnya., Kepada ujud Hambanya. Tubuh ,jawa, allah Ta’ala satu batang tubuh. Masing di beri sesambahan. Mulai biajal kita.Jadi kita sembahyang itu allah Ta ala Memuji dirinya . puji kadim Bagi Kadim Atau puji allah bagi allah Bagi Yang sudah kenal .kalau belum kenal .Puji Muhadas Pada muhaddas. Ampun Ma af Mudah2 an Bermampatat Bagi diri saya dan keluarga. dan besar mampaatnya untuk sahabat rekan2 dan Orang lain.

Jumat, 13 Januari 2012

Cara Membahagiakan Istri

Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :

1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang enyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.

2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :

“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.

6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarah lah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.

7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.

8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.

10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :

“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”

11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.

12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :

“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.

15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.

16. Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.

17. Cemburu yang sewajarnya.

18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19. Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

Berkah berbagi Ilmu

Kekayaan apa yang dibagi-bagi justru tak habis? Kekayaan apa yang dibagikan sebanyak-banyaknya malah bertambah banyak? Kekayaan apa justru kalau banyak memilikinya malah mempermulia pemiliknya? Kekayaan apa yang menjaga pemiliknya bukan pemiliknya yang bingung menjaganya? Begitu tanya khatib jumat di awal khutbahnya.

Muhammad Yunus yang bersiap mengantuk di khutbah jumat terbangun. Seperti biasa dia datang ke masjid mencari ‘tempat strategis’: ada sandarannya. Namun karena dia punya masalah dengan perusahaan yang didirikan, merasa jawaban ini yang sedang dicari.

Dilihatnya ada tempat lowong di shaf depan. Beringsut-beringsut dia maju ke depan. Sekarang dia bersila persis di depan khatib. Hanya terpisah beberapa shaft saja.

Tampak jelas wajah khatibnya. Tidak terlalu tua. Mungkin sekitar 40-an. Dan wajahnya berlubang-lubang bekas jerawatan. Bahkan dia melihat masih ada jerawat yang menempel di wajahnya. Agak gemuk. Tapi terlihat kekar dan gagah.

“Sebentar. Saya pernah melihat wajahnya,” kata Yunus dalam hati, “Dimana ya?” Dia berusaha mengingat-ingat. Sekarang dia baru sadar, kenapa dia merasa tahu wajahnya tapi tak kenal. Karena dia melihat wajahnya di buku yang pernah dibacanya. Buku yang menjadi favoritnya.

Ya, dia memang pengarang buku itu. Diam-diam dia bersyukur bisa datang ke masjid ini. Karena awalnya dia ingin jumatan di masjid terdekat. Malas jauh-jauh.

“Kekayaan itu adalah ilmu,” jawab sang khatib. “Ilmu adalah kekayaan yang dibagi tapi justru tak mengurangi ilmu pemiliknya. Justru dengan memiliki banyak ilmu, dia akan sadar bahwa dia hanyalah kecil. Dia akan menyadari sang Pencipta. Ilmu ini justru akan memuliakan pemiliknya. Dan dia tak bingung ‘kekayaannya’ ini akan dicuri atau dirampok.

Sang khatib mulai menceritakan jalan hidupnya. Dulunya dia seorang mekanik dari perusahaan otomotif paling top di negeri ini. Ketrampilan, pengalaman dan dedikasinya menjadikan dia sampai mengepalai bengkel di sebuah cabang.

Karena desakan beberapa mekanik dan keinginan yang lebih bebas mengatur waktu, dia ingin mandiri mendirikan bengkel sendiri. Sebenarnya dia ragu. Karena memiliki bengkel sendiri, perlu modal yang besar. Dan itupun belum tentu berjalan dan sukses. Bisa-bisa bangkrut. Apalagi dengan mandiri ini, dia akan meninggalkan jabatan yang gajinya lebih dari cukup serta fasilitas yang wah.

Namun dengan bekerja seperti sekarang, dia tak bisa berdakwah. Memang dia bukan lulusan perguruan Islam. Namun karena pengetahuannya sering dia diundang memberikan ceramah. Awalnya masih seputaran kantor dan teman-teman kantor. Tapi sekarang sudah lebih luas lagi, bahkan luar kota. Dengan bekerja mandiri, dia akan bisa lebih bebas mengatur jadwal.

Apalagi beberapa mekanik andalannya mendorong dia untuk mandiri. Mereka memang mekanik yang telah ‘dibentuknya’. Mereka dulu sebenarnya siswa SMK yang magang disitu. Namun melihat ketrampilan dan kecerdasannya menangkap pengetahuan baru, mereka direkrut.

Namun setelah jalan beberapa bulan, para mekaniknya menngundurkan diri. Apalagi pamitnya mendadak. Sang khatib menjadi jengkel. Mereka dididik dan dijadikan mekanik jempolan. Sekarang justru setelah bengkel mulai berkembang, mereka mengundurkan diri secara serempak. Apalagi beberapa staf lain di luar mekanik juga mengundurkan diri.

Karena bengkelnya baru berdiri, dia memang tidak begitu banyak memiliki karyawan. Dia memulai memang dari kecil. Bila memang nanti berkembang, dia pasti menambah karyawannya. Sekarang setelah ditinggal karyawannya, dia nyaris sendiri.

Sang khatib sempat ‘down’. Bingung dan putus asa. Juga sakit hati. Rasanya ingin menutup saja bengkelnya. Lalu dia mencari pekerjaan sebagai mekanik. Dengan ketrampilan dan pengalamannya dia pasti bisa.

Tapi tak semudah itu. Untuk mendirikan bengkel ini, selain menguras tabungannya, dia berhutang ke beberapa kerabat dan teman. Kalau dia putus asa dan menutup bengkel, bagaimana dengan hutang-hutangnya? Apalagi secara perlahan bengkelnya mulai berkembang. Karena pelanggan di bengkelnya dulu, sekarang berpindah ke bengkelnya.

Sang khatib memang dulu mekanik yang banyak dipercaya pelanggan. Pekerjaannya bagus dan bisa dipercaya. Dia tak menambah pekerjaan yang tak perlu hanya supaya bisa menambah pemasukan bagi bengkelnya. Kalau memang bisa diperbaiki, ya dia bilang bisa. Tapi kalau tak dapat, baru dia bilang harus diganti. Dia tak akan memaksa pelanggan mengganti suku cadang dengan ‘menakuti-nakuti’ akan merusak ini-itu dan sebagainya.

Sang khatib sakit hati. Dia merasa dikhianati karyawannya. Bagaimana mereka dididik menjadi pintar, setelah pintar dia sekarang pindah. Apalagi merekalah yang mendorong untuk membuka bengkel sendiri. Padahal kalau mau, dia sudah cukup makmur dengan gaji dan guyuran fasilitas di pekerjaan yang lama.

Namun sekarang dia sadar, bahwa manusia selalu memiliki keinginan dan ambisi sendiri. Dia tak bisa menahan mereka. Mereka bebas menentukan jalan hidupnya.

Dia putuskan ikhlas melepas mereka. Dia tak akan dendam pada mereka. Dia ingin hubungan yang sudah terjaga tak putus hanya gara-gara pengunduran diri mereka.

Dia mulai merekrut karyawan baru dan mendidiknya secara ikhlas. Ilmu apa yang dimilikinya akan dibagi ke mekaniknya. Dia tak merasa sayang dengan ilmunya. Dia bagi sampai habis. Dia tetap menjadikan karyawannya seakan-akan muridnya.

Dan dia siap kapan saja kalau tiba-tiba karyawan mengundurkan diri. Karena memang seseorang memiliki keinginan dan cita-cita sendiri. Dia tak bisa menahannya dengan menaikkan gaji atau menambah fasilitasnya. Karena suatu ketika tetap tak akan bisa menahannya. Dia tak peduli kalau bengkelnya dianggap batu loncatan.

Yang ditekankan dia sekarang adalah membagi ilmu harus ikhlas. Anehnya pelanggannya malah justru bertambah. Dia paham ilmu yang dibagi dengan ikhlas akan menjadi rejeki yang bernilai.

Sekarang dia malah bangga dengan para mekaniknya. Karena dengan pengetahuan yang dia ajarkan, sekarang mereka mendirikan bengkel sendiri. Diakui atau tidak oleh mereka, sang khatib merasa sudah membantu menggapai keinginan dan cita-cita mereka. Bahkan dia tak berharap ucapan terima kasih dari mereka.

Ilmunya tak akan habis. Bahkan terus bertambah. Toh mereka masih kerap menghubungi, ketika mendapat kasus-kasus yang sulit. Bahkan diam-diam sang khatib merasa bersyukur dengan kehadiran bengkel mereka. Karena pelanggannya kerap membeludak, sehingga dia tak mampu menanganinya. Dan dia kerap meminta bantuan mereka (out source). Dengan cara begini, dia tetap untung tanpa harus menambah sumber daya lagi.

~~~

Muhammad Yunus terpekur. Kisah sang khatib persis dialami dirinya. Dia juga baru mendirikan perusahaan. Dan sekarang dia ditinggal para karyawannya.

Sekarang dia lebih bersemangat menatap masa depannya. Bahkan dia sekarang akan lebih ikhlas lagi berbagi ilmunya dengan karyawannya. Dia tak peduli lagi atau takut kalau karyawannya akan meninggalkan dirinya, selama dia sudah menjadi atasan dan pemilik yang baik. Karena mereka memang manusia yang tetap memiliki keinginan dan ambisi sendiri-sendiri.